Perkuat Kedaulatan Rupiah hingga Wilayah 3T

BI Riau Lakukan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026

BI Riau Lakukan  Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026

BESTIENEWS.COM- Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau kembali menggelar  Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 sebagai upaya memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Program yang berlangsung pada 21–27 Juli 2026 tersebut juga menjadi bagian dari penguatan peran Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara hingga ke wilayah kepulauan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau dan TNI Angkatan Laut secara resmi melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat dalam sebuah seremoni di Pekanbaru, Senin (20/7/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bank Indonesia menghadirkan layanan kas di daerah kepulauan yang memiliki tantangan geografis cukup besar.

"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen kita bersama untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan dalam kondisi layak edar di seluruh daerah Indonesia, khususnya wilayah 3T di Provinsi Riau," ujarnya.

Menurut SF Hariyanto, kondisi geografis Riau yang terdiri dari banyak pulau membuat distribusi uang layak edar memerlukan dukungan dan sinergi berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi Bank Indonesia, pemerintah daerah, TNI Angkatan Laut, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan.

Ia menyebut Pulau Rupat, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, Pulau Mendol, dan Sei Guntung merupakan kawasan yang membutuhkan perhatian khusus agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.

"Wilayah-wilayah ini memerlukan perhatian khusus agar masyarakat tetap mendapatkan hak yang sama dalam penggunaan alat pembayaran yang sah, yaitu Rupiah," katanya.

Lebih lanjut, SF Hariyanto menilai Ekspedisi Rupiah Berdaulat tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan distribusi uang layak edar, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan dan kepulauan.

"Kegiatan ERB ini tidak hanya berorientasi pada aspek logistik, tetapi juga mengemban amanah untuk memperkuat kedaulatan negara melalui penguatan peran Rupiah sebagai simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa," ungkapnya.

Sementara itu, penyelenggaraan ERB 2026 menjadi bagian dari strategi Bank Indonesia dalam menjaga kualitas uang Rupiah yang beredar sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya menggunakan dan merawat Rupiah.

Pada tahun ini, BI Provinsi Riau membawa uang layak edar senilai Rp8 miliar, jumlah terbesar sejak program Ekspedisi Rupiah Berdaulat pertama kali dilaksanakan di Provinsi Riau. Distribusi dilakukan menggunakan KRI Lepu milik TNI Angkatan Laut menuju lima wilayah kepulauan, yakni Pulau Rupat, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, Pulau Mendol, dan Sei Guntung.

Selain memberikan layanan penukaran uang, tim ekspedisi juga akan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya merawat Rupiah, mengenali ciri keaslian uang, serta memperkuat pemahaman bahwa Rupiah merupakan simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Plt Gubernur Riau berharap sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin sehingga pelaksanaan ERB 2026 berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah 3T.

"Kita jaga sinergi, koordinasi, dan kolaborasi agar pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini berjalan optimal dan mampu menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat hingga ke wilayah kepulauan," tutupnya.

Berita Lainnya

Index