Menyusuri Jejak Energi, Merawat Kebersamaan: Media Visit AJP 2026 dari Kilang Dumai hingga Danau Toba

Menyusuri Jejak Energi, Merawat Kebersamaan: Media Visit AJP 2026 dari Kilang Dumai hingga Danau Toba
Rombongan Jurnalis asal Duri dan Pekanbaru beserta Tim Pertamina Dumai saat gathering ke Pulau Samosir (Sabtu/10/2026) .

BESTIENEWS.COM-  Mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap, puluhan jurnalis dari Dumai dan Pekanbaru melangkah memasuki kawasan kilang Pertamina Refinery Unit II Dumai. Helm keselamatan,sepatu, sarung tangan, dan perlengkapan standar lainnya menjadi bagian dari pengalaman yang berbeda dari rutinitas mereka sehari-hari. Kali ini, mereka tidak sekadar mengamati dan menuliskan peristiwa, tetapi menyaksikan langsung denyut industri energi yang menjadi salah satu penopang kebutuhan bahan bakar masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Media Visit AJP 2026 yang diselenggarakan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai pada 8–11 Oktober 2026. Puluhan jurnalis dari berbagai media di Dumai dan Pekanbaru mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan pengenalan operasional kilang, pemahaman keselamatan kerja, serta perjalanan kebersamaan ke Sumatera Utara.

Bagi para jurnalis, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat proses di balik produksi energi. Selama ini, kilang minyak kerap hadir dalam pemberitaan melalui angka produksi, distribusi bahan bakar, atau isu ketahanan energi. Namun, di balik semua itu, ada fasilitas industri yang kompleks, teknologi pengolahan, dan standar keselamatan yang harus dijalankan secara konsisten.

Menyaksikan langsung denyut kilang

Sebelum memasuki area operasional, rombongan terlebih dahulu mendapatkan pemaparan mengenai kinerja kilang, proses produksi, serta berbagai produk hasil pengolahan minyak. Penjelasan tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana fasilitas pengolahan minyak menjalankan perannya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi.

Salah satu topik yang menarik perhatian adalah pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat atau sustainable aviation fuel (SAF). Minyak goreng bekas yang selama ini identik dengan limbah rumah tangga ternyata berpotensi memiliki nilai tambah ketika diolah melalui teknologi yang tepat.

Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku bahan bakar penerbangan juga membuka perspektif baru mengenai hubungan antara energi dan lingkungan. Limbah yang dikelola dengan baik dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan.

Bagi jurnalis, informasi tersebut menjadi bahan penting untuk melihat industri energi dari sudut pandang yang lebih luas. Kilang bukan hanya tempat mengolah minyak, melainkan juga bagian dari perjalanan inovasi yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Setelah sesi pemaparan, rombongan diajak berkeliling melihat fasilitas kilang. Dengan APD sesuai standar keselamatan yang ditetapkan Pertamina, para peserta mengikuti arahan petugas selama berada di kawasan operasional.

Di tengah deretan pipa, tangki, dan fasilitas pengolahan, para jurnalis dapat melihat langsung lingkungan kerja yang membutuhkan ketelitian tinggi. Setiap langkah di area industri memiliki aturan, mulai dari penggunaan perlengkapan pelindung hingga kepatuhan terhadap instruksi keselamatan.

Pengalaman tersebut menegaskan bahwa keselamatan bukan sekadar prosedur administratif. Di lingkungan kilang, keselamatan kerja merupakan bagian mendasar dari setiap aktivitas. Disiplin terhadap standar dan kepedulian terhadap risiko menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari operasional industri.

Bagi para pewarta yang terbiasa bekerja di lapangan dengan berbagai situasi, kunjungan ini memberikan pengalaman tersendiri. Mereka dapat menyaksikan bagaimana aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam menjalankan kegiatan di kawasan industri berisiko tinggi.

Kunjungan itu sekaligus memberikan perspektif baru tentang pentingnya komunikasi antara perusahaan dan media. Melalui pengenalan fasilitas dan pemaparan langsung, jurnalis memperoleh gambaran yang lebih utuh untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Dumai, Bambang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai yang telah memfasilitasi kegiatan Media Visit AJP 2026 bagi para jurnalis dari Dumai dan Pekanbaru.

“Atas nama rekan-rekan jurnalis, kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Dumai yang telah memfasilitasi kegiatan media visit ini, termasuk mengenalkan program CSR yang dijalankan Pertamina di Dumai. Ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk melihat langsung berbagai kegiatan dan mendapatkan pengalaman baru,” ujar Bambang Prayitno.

Ia juga mengapresiasi kehadiran dan pendampingan pihak manajemen Pertamina selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, di tengah kesibukan menjalankan operasional perusahaan, waktu yang diberikan untuk mendampingi para jurnalis merupakan bentuk perhatian dan penghargaan terhadap kemitraan dengan media.

“Kami memahami Pak Rum memiliki kesibukan dan tanggung jawab yang besar. Namun, beliau masih bisa meluangkan waktu untuk mendampingi rekan-rekan jurnalis. Bagi kami, ini merupakan bentuk apresiasi yang patut dihargai,” katanya.

Bambang berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda kunjungan semata, tetapi juga menjadi momentum untuk melahirkan karya jurnalistik yang berkualitas. Pengalaman melihat langsung operasional kilang, memahami aspek keselamatan kerja, serta mengenal program-program Pertamina diharapkan dapat menjadi bahan bagi wartawan untuk menghasilkan tulisan yang informatif, mendalam, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap rekan-rekan jurnalis dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menghasilkan karya tulis yang baik. Semoga melalui kegiatan ini, prestasi para jurnalis, khususnya dalam ajang AJP tahun ini, dapat semakin meningkat,” tuturnya.

Menurut Bambang, interaksi langsung antara perusahaan dan media juga penting untuk memperkaya pemahaman jurnalis terhadap sektor energi dan kontribusinya bagi masyarakat. Dengan bekal informasi dan pengalaman dari lapangan, wartawan diharapkan mampu mengangkat cerita-cerita inspiratif yang selama ini belum banyak diketahui publik.

Area Manager Communication, Relations & CSR, Tengku Muhammad Rum, turut menyampaikan terima kasih kepada para jurnalis atas hubungan baik yang telah terjalin selama ini dengan Pertamina RU II Dumai.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk mengenai kegiatan operasional kilang, aspek keselamatan, serta program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media atas hubungan baik dan kerja sama yang telah terjalin selama ini dengan Pertamina RU II Dumai. Kami berharap kemitraan ini terus terjaga dan semakin kuat ke depannya,” ujar Rum.

Ia juga mengimbau para jurnalis agar senantiasa mengedepankan kebenaran informasi dalam setiap pemberitaan. Akurasi dan verifikasi menjadi hal penting agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami berharap rekan-rekan jurnalis selalu menjaga kebenaran informasi, melakukan verifikasi, dan menyampaikan pemberitaan secara akurat. Dengan begitu, masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan berimbang,” katanya.

Rum berharap kegiatan Media Visit AJP 2026 dapat semakin mempererat komunikasi dan membangun pemahaman bersama antara Pertamina dan media. Melalui interaksi langsung, jurnalis diharapkan memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kegiatan perusahaan, sehingga dapat menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

Ia juga berharap hubungan baik yang telah terbangun selama ini dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi kemitraan yang semakin positif, terbuka, dan saling mendukung.

Bagi Pertamina, hubungan dengan media bukan sekadar komunikasi kelembagaan, melainkan bagian penting dalam membangun keterbukaan informasi dan menyampaikan berbagai kegiatan perusahaan kepada publik. Sementara bagi jurnalis, akses terhadap informasi dan kesempatan melihat langsung kegiatan di lapangan menjadi bekal untuk menghasilkan pemberitaan yang akurat, informatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kunjungan Media Visit AJP 2026 tidak hanya membawa para jurnalis melihat dari dekat aktivitas pengolahan minyak di Kilang Pertamina RU II Dumai. Rombongan juga diajak mengunjungi lokasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) Pertamina, untuk melihat bagaimana pendampingan masyarakat dapat membuka peluang ekonomi bagi keluarga.

Di lokasi tersebut, para jurnalis bertemu dengan kelompok ibu-ibu Posyandu yang yang mampu mengembangkan berbagai jajanan berbahan dasar sorgum, komoditas pangan yang memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah atau jajanan enak, leazat, inovatif, tinggi asupan (Jelita).

Di tangan para ibu, sorgum tidak sekadar menjadi bahan pangan alternatif. Bahan tersebut diolah menjadi aneka jajanan yang berpotensi dipasarkan, membuka kesempatan usaha, sekaligus menambah penghasilan keluarga.

Aktivitas ini memperlihatkan bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat tumbuh dari keterampilan sederhana yang dikembangkan secara berkelompok. Para ibu tidak hanya menjalankan peran dalam kegiatan Posyandu, tetapi juga berupaya membangun kemandirian ekonomi melalui pengolahan pangan.

Sorgum menjadi pintu masuk bagi para ibu untuk berkreasi dan menciptakan produk pangan yang memiliki nilai jual. Jika dikelola secara berkelanjutan, usaha ini berpotensi berkembang melalui peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemasaran, serta perluasan jaringan konsumen.

Kunjungan itu sekaligus memperlihatkan bahwa dampak sebuah program pemberdayaan tidak hanya diukur dari kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari peluang yang tumbuh dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Di balik jajanan berbahan sorgum yang disajikan, tersimpan semangat para ibu untuk membantu ekonomi keluarga. Dari dapur produksi sederhana, mereka berupaya membangun harapan bahwa keterampilan, kreativitas, dan kerja bersama dapat menjadi jalan menuju penghasilan tambahan.


Dari kawasan industri menuju keindahan Danau Toba

Setelah menyelesaikan agenda di Dumai, perjalanan berlanjut menuju Medan dan kawasan Parapat, Sumatera Utara. Suasana perjalanan perlahan berubah. Jika sebelumnya rombongan berada di tengah aktivitas industri dan pembahasan energi, kali ini mereka disambut panorama alam dan kekayaan budaya Batak.

Parapat menjadi salah satu titik pengalaman yang berkesan. Danau Toba terbentang luas dengan perbukitan yang mengelilinginya. Hamparan air dan udara sejuk menghadirkan suasana berbeda setelah rangkaian kunjungan yang padat.

Rombongan menikmati perjalanan menggunakan kapal untuk mengitari kawasan Danau Toba. Di atas kapal, kebersamaan terasa semakin akrab. Percakapan ringan, canda, dan pengalaman selama kunjungan menjadi bagian dari cerita yang dibagikan di antara sesama peserta.

Suasana semakin hangat ketika hidangan ikan bakar dinikmati bersama. Di tengah panorama danau, makan bersama menjadi lebih dari sekadar jeda untuk mengisi tenaga. Momen tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan ant jurnalis yang selama ini mungkin lebih sering bertemu dalam agenda peliputan.

Perjalanan di Danau Toba juga diwarnai dengan pertunjukan tortor Batak. Iringan musik tradisional dan gerakan tari yang khas memperkenalkan peserta pada salah satu kekayaan budaya masyarakat setempat.

Rombongan juga menyaksikan Batu Gantung, salah satu objek yang dikenal melalui kisah legenda masyarakat setempat. Cerita yang menyertai keberadaan batu tersebut menjadi pengingat bahwa destinasi wisata tidak hanya menawarkan pemandangan alam, tetapi juga menyimpan warisan cerita yang hidup dari generasi ke generasi.

Mengenal sejarah dan tradisi Batak

Perjalanan berlanjut ke Tomok, Pulau Samosir, yang dikenal dengan kekayaan sejarah dan budayanya. Di kawasan ini, rombongan berkesempatan mengenal lebih dekat peninggalan tradisi masyarakat Batak.

Salah satu tujuan kunjungan adalah Huta Siallagan, kawasan perkampungan adat yang menyimpan jejak kehidupan masyarakat Batak pada masa lalu. Rumah-rumah adat, susunan kawasan, serta peninggalan budaya di dalamnya memberikan gambaran tentang kehidupan sosial masyarakat yang diwariskan lintas generasi.

Bagi para jurnalis, kunjungan tersebut menghadirkan pengalaman yang berbeda dari peliputan sehari-hari. Mereka tidak hanya melihat sebuah destinasi wisata, tetapi juga menyaksikan bagaimana sejarah, adat, dan identitas masyarakat tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masa kini.

Di Tomok, suasana semakin meriah ketika rombongan berinteraksi dengan pertunjukan Sigale-gale, boneka kayu tradisional yang lekat dengan kebudayaan Batak. Para peserta bahkan ikut menari bersama, mengikuti irama dan gerakan yang dipandu dalam pertunjukan.

Tawa dan antusiasme mewarnai momen tersebut. Batas antara pengunjung dan penampil seolah mencair ketika para jurnalis turut bergerak mengikuti irama. Pengalaman budaya yang semula hanya disaksikan akhirnya menjadi kenangan yang dirasakan secara langsung.

Sebelum mengakhiri kunjungan, rombongan menyempatkan diri membeli oleh-oleh khas setempat. Berbagai cendera mata menjadi buah tangan sekaligus pengingat perjalanan, membawa sedikit cerita dari Sumatera Utara untuk keluarga dan orang-orang terdekat di rumah.

Pulang membawa pengalaman dan cerita

Rangkaian Media Visit AJP 2026 pada 8–11 Oktober 2026 akhirnya ditutup dengan perjalanan kembali menuju Pekanbaru. Seluruh peserta kembali dengan selamat setelah melewati agenda yang memadukan kunjungan industri, pembelajaran keselamatan, wisata alam, dan pengenalan kebudayaan.

Empat hari perjalanan itu menghadirkan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Di Kilang Dumai, para jurnalis melihat bagaimana energi diproduksi dan keselamatan dijaga. Di Danau Toba dan Pulau Samosir, mereka menyaksikan keindahan alam sekaligus mengenal tradisi yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Indonesia.

Bagi dunia jurnalistik, pengalaman langsung seperti ini dapat memperkaya sudut pandang dalam menyusun pemberitaan. Informasi yang diperoleh melalui pengamatan di lapangan memberi konteks terhadap data dan penjelasan yang diterima, sekaligus membuka ruang untuk memahami sebuah isu dari berbagai sisi.

Di sisi lain, perjalanan bersama juga mempererat hubungan antarsesama jurnalis. Di luar kesibukan mengejar tenggat berita, mereka memiliki kesempatan berbagi cerita, bertukar pengalaman, dan membangun kebersamaan.

Pada akhirnya, perjalanan dari kilang menuju Danau Toba bukan hanya tentang industri dan pariwisata. Ada pelajaran mengenai pentingnya keselamatan, pemanfaatan sumber daya, penghargaan terhadap budaya, dan arti kebersamaan.

Para jurnalis pulang membawa lebih dari sekadar foto, cendera mata, atau catatan perjalanan. Mereka membawa pengalaman yang dapat diolah menjadi cerita, menyampaikan informasi yang lebih kaya kepada masyarakat, serta mengingatkan bahwa di balik setiap perjalanan selalu ada pengetahuan dan perspektif baru yang layak dibagikan.

Berita Lainnya

Index