Presiden Apresiasi TPAKD, Kredit Rp53,15 Triliun Disalurkan ke 2,1 Juta Debitur

Jumat, 23 Oktober 2026 | 05:32:27 WIB

BESTIENEWS.COM - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan di seluruh Indonesia. Hingga Oktober 2026, penyaluran kredit selama periode Agustus–Oktober mencapai Rp53,15 triliun kepada 2.106.401 debitur, sementara berbagai program TPAKD terus dikembangkan untuk mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Presiden menilai keberadaan TPAKD di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota merupakan capaian penting dalam memperluas pembiayaan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan penghargaan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah daerah, Bank Indonesia (BI), dan seluruh pihak yang berperan dalam membangun kelembagaan TPAKD di berbagai wilayah Indonesia.

“Saya menyampaikan penghargaan kepada Otoritas Jasa Keuangan, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan semua pihak yang telah bekerja membangun kelembagaan ini,” tuturnya.

Prabowo juga menyoroti capaian penyaluran kredit kepada masyarakat yang telah menjangkau jutaan penerima manfaat. Menurutnya, pencapaian tersebut perlu terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses pembiayaan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi.

“Kita bangga dengan prestasi yang sudah kita capai bersama, antara lain penyaluran kredit-kredit untuk rakyat, ya. Dan kita juga akan lebih masif lagi. Tadi saya lihat penyaluran kurang lebih Rp64 triliun yang penerima manfaatnya adalah sekitar 2 juta ya,” kata Presiden.


Presiden menegaskan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata. Menurutnya, kesejahteraan tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi harus tercermin melalui peningkatan pendapatan riil dan kemampuan daya beli setiap keluarga.

“Saudara-saudara sekalian, garis ekonomi kita harus bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat kita. Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat, harus meningkat, bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata. Ini yang sedang kita perjuangkan, ini garis kita, ini strategi kita,” kata Prabowo.

Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah berencana menyalurkan pembiayaan sebesar Rp400 triliun pada tahun mendatang. Pembiayaan itu ditujukan kepada petani, nelayan, masyarakat perdesaan, penduduk di daerah terpencil dan tertinggal, serta masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan.

Dalam agenda yang sama, Prabowo juga meresmikan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK). Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 42/2026, lembaga tersebut bertugas meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui tiga indikator, yakni ketahanan kebutuhan keuangan yang berkualitas, ketahanan menghadapi guncangan, dan rasa aman dalam mengelola keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, program TPAKD sejalan dengan Asta Cita pemerintah serta arah pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045.

Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses keuangan masyarakat sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan ekonomi, mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dan hari ini Bapak, kami menyelenggarakan Rakornas TPAKD. Dapat kami laporkan kepada Bapak bahwa ini adalah mendukung Asta Cita Bapak, terutama dalam hal pemerataan ekonomi, pemberantasan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini kita sudah memiliki 552 tim percepatan akses keuangan daerah di seluruh provinsi, kabupaten, kota di Indonesia,” ujar Friderica.

Ia menjelaskan, kolaborasi antara pemerintah, OJK, Bank Indonesia, serta pemerintah daerah telah memberikan dampak terhadap perluasan penyaluran pembiayaan melalui sejumlah program unggulan TPAKD.

“Hasilnya sangat nyata bisa kita lihat di sini bahwa beberapa program unggulan kita, Bapak, yaitu adalah program kredit pembiayaan melawan rentenir telah menyalurkan Rp64,8 triliun kepada 2,3 juta debitur, kemudian kredit pembiayaan sektor prioritas Rp5,4 triliun kepada lebih dari 103.000 debitur,” kata Friderica

Terkini