KPwBI Riau dan TPID Kolaborasi Antar Daerah Perkuat Pasokan Pangan

Rabu, 04 Maret 2026 | 15:37:01 WIB

BESTIENEWS.COM-  Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Riau bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau melakukan terobosan strategis dalam memperkuat pasokan pangan dengan memperluas Kerjasama Antar Daerah (KAD) ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, yang menjadi salah satu sentra penghasil komoditas pangan. Kerjasama tersebut diwujudkan melalui  penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) jual-beli secara business to business (B2B) untuk komoditas aneka cabai dan bawang merah pada tanggal 3 Maret 2026, di Yogyakarta.  Penandatanganan NK tersebut ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Bp. Dr. Syahrial Abdi, A.P., M.Si.; Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau, Bp. Panji Achmad; Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi D.I.Yogyakarta, Bp. Hermanto; Kepala Perwakilan BI Tegal, Ibu Bimala; dan Kepala Divisi KPwBI Provinsi Jawa Tengah, Ibu Wahyu Dewanti.

Kerjasama ini cukup luas dengan melibatkan 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) dan 3 Pemerintah Provinsi sekaligus. Selain itu, KAD yang dilakukan melibatkan 7 Kelompok Tani, yaitu
1.    Kelompok Tani Sidodadi, Kab. Kulonprogo, binaan KPwBI Provinsi D.I.Yogyakarta
2.    Kelompok Tani Gisik Pranaji, Kab. Kulonprogo, binaan KPwBI Provinsi D.I.Yogyakarta
3.    Koperasi Pemasaran Petani Holtikultura Puncak Merapi, Kab. Sleman, binaan KPwBI Provinsi D.I.Yogyakarta
4.    Koperasi Jasa Pancarga Tani Gemilang, Kab. Magelang, binaan KPwBI Provinsi Jawa Tengah
5.    Kelompok Tani Sidomakmur, Kab. Brebes, binaan KPwBI Tegal
6.    Koperasi Desa Merah Putih Sidamulya, Kab. Brebes, binaan KPwBI Tegal
7.    PT. Sinergi Brebes Inovatif, Kab. Brebes, binaan KPwBI Tegal
dengan 3 pembeli dari Provinsi Riau yaitu BUMD Pangan PT. Riau Pangan Bertuah, PT. Sarana Pangan Madani Pekanbaru, dan Koperasi Propas Syariah Pekanbaru. Beberapa Kelompok Tani yang terlibat tersebut juga merupakan National Champion Cabai dan Bawang Merah yang merupakan mitra strategis Kementerian Pertanian RI.


Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Riau menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank Indonesia yang secara konsisten menjadi think tank TPID dan proaktif memberikan rekomendasi kebijakan yang efektif kepada Pemerintah Daerah. Adapun perluasan KAD ke daerah Jawa ini merupakan salah satu bentuk mitigasi risiko keberlangsungan pasokan pangan yang dapat terhambat karena kondisi bencana mitra KAD yang sebelumnya telah terjalin seperti dengan Sumatera Barat dan Sumatera Utara.


Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau menyambut baik apresiasi Sekretaris Daerah Provinsi Riau. Beliau menyampaikan bahwa KAD merupakan salah satu strategic program dalam Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) atau yang dulu dikenal sebagai Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Melalui semangat kebersamaan dan optimisme, inflasi di Riau diharapkan tetap terjaga dalam rentang sasaran, termasuk saat menghadapi periode bulan suci Ramadan dan Idul Fitri. KAD yang dilakukan ini sejalan dengan karakteristik wilayah Riau yang produksi komoditas  pangan strategisnya relatif terbatas. Kondisi ini berdampak pada stabilitas harga komoditas beras, aneka cabai, dan bawang merah yang dipengaruhi oleh pasokan wilayah sekitar, khususnya Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau juga menekankan bahwa kesinambungan pasokan pangan ini perlu menjadi perhatian, terutama saat terjadi bencana hidrometeorologi seperti yang dialami wilayah Sumatera pada akhir tahun 2025 yang membuat inflasi Riau naik menjadi 1,21% (mtm), meskipun bencana tidak terjadi secara langsung di Riau.

 

Terkini